Baim Daftarkan Citayam Fashion Week Ke HAKI, Ini Reaksi Gubernur Ridwan Kamil !

25 Jul 2022 - 15:44 Wita | Editor: AS

Share

Screensot Instagram Ridwan Kamil yang meminta Baim mencabut pendaftaran Citayam Fashion Week ke HAKI.

ikonkata.com,Bandung- Upaya Baim bersama istrinya Paula Verhoeven yang mendaftarkan Citayam Fashion Week melalui Pangkalan Data Intelektual (PDKI) -  HAKI di Kementerian Hukum dan HAM RI mendapat banyak reaksi dari nitizen. Umumnya nitizen mengecam dan menolak apa yang Boim dkk lakukan yang secara tiba tiba mendaftarkan kegiatan yang diprakarsai oleh bocah bocah dari Kampung Citayam Bogor Jawa Barat. Terakhir, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyarankan kepada Baim dkk agar mencabut nya. "Saran saya, pendaftaran HAKI ke Kemenhumkam dicabut saja" Tulis Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil melalui akun instagramnya Senin (25/7/2022). 


Melalui perusahaannya PT Tiger Wong Entertainment, Baim dan Paula mendaftarkan Citayam Fashion Week pada 20 Juli 2022.  Kini kementerian terkait tengah melakukan proses atas pengajuan yang dilakukan oleh Baim. Jika disetujui maka sesuai dengan tujuan pendaftaran melalui HAKI, Citayam Fashion Week akan menjadi layanan hiburan yaitu menyediakan podcast di bidang mode, layanan pelaporan berita di bidang fashion, menyediakan video online yang tidak dapat diunduh, organisasi peragaan busana untuk hiburan, pelaksanaan pameran dan peragaan busana. 


Usai pendaftaran yang ditengarai dilakukan secara diam diam itu akun Baim banjir kritikan. Nitizen mengecam "Idenya dari orang menengah ke bawah, dicuri orang berduit ntar orang menengah ke bawha tersingkirkan. daripada begitu mending bina anak anak CFW tiap pekan dibina agar berakhlak bauik dan jadi orang bermanpaat. Pemerintah keduluan ambil tindakan." tulis alun rend*** seperti yang ikonkata kutip melalui kaskus. 


Sementara itu Kang Emil yang sempat ikut catwalk di CSBD, lokasi Citayem Fashion Week berlangsung juga tak ambil diam atas upaya pendaftaran yang dilakukan oleh Baim. Melalui akun instagramnya, Kang Emil menulis pesan kepada Baim. Berikut isi tulisan RK. 


Dear Baim Wong dkk 

Nasehat saya, tidak semua urusan di dunia ini harus dilihat dari sisi komerasial, Fenomena #CitayamFashionWeek itu adalah gerakan organik akar rumput yang tumbuhkembangnya harus natural dan organik pula. 


Sekalinya diformalkan dan dimewahkan, apalagi oleh orang luar malah akan hilang tujuan dan maksudnya.  Dan biasanya gerakannya malah akan mati muda. 


Biarkan ini jadi cerita bahwa fashion jalanan tetap adanya di jalanan. Bukan di sarinah, bukan di podcast, bukan pula harus menginternasional. 


Biarkan tetap Slebew bukan Haute Counture. 


Ada kalanya mereka hanya butuh ruang ekspresi. Dan tidak perlu negara turut campur terlalu jauh. Tidak perlu individu2 di luar komunitasnya ikut-ikutan mengatur ngatur. 


Jikapun ingin diorganisasikan lebih baik, biarlah mereka sendiri yang mengurusnya melalui komunitasnya. Oleh mereka bukan anda. 


Anda dan istri sudah hebat punya kerja2 luar biasa. Lanjutkan. Tapi bukan untuk insiatif yang ini. 


Saran saya, pendaftaran HAKI ke Kemenhumkam dicabut saja. Terima kasih jika bisa memahaminya. 


Hatur Nuhun 


Sementara itu melalui  akun Instagram @baimwong, Senin (25/7/2022), suami Paula itu alasan perusahaan miliknya mendaftarkan Citayam Fashion Week ke Pangkalan Data Kekayaan Intelektual  dengan nomor permohonan JID2022052181 pada 20 Juli 2022. Baim mengaku  tergerak karena istrinya Paula Verhoeven yang paham dunia fashion melihat Citayam Fasion Week merupakan suatu gerakan orang-orang yang memperdulikan fashion.

"Dan ternyata, fashion di Indonesia itu tidak harus mahal dan mereka bangga memakainya. Kebanggaan itu adalah achievement yang penting, dan harus dibudidayakan,” tukas Baim Wong. Lebih lanjut, Baim menyebut orang dengan mimpi besar harus membantu komunitas Citayam, Bojong Gede dan Depok untuk melegalkan dan mengembangkan Citayam Fashion Week.






Share




© 2021 PT Indonesia Konten Kata