Cegah Penyakit PMK Pada Hewan, Kementan Menjaga Setiap Pintu Pelabuhan

21 May 2022 - 16:55 Wita | Editor: AS

Share

Menteri Pertanian SYL saat memantau posko pengawasan hewan di pelabuhan merak. Foto : Twitter Mentan SYL

"Kesembuhannya telah maksimal, bahkan akhri akhir ini kita tidak mendengar adanya kematian lagi"  Menteri Pertanian Syahrul Limpo ?

ikonkata.com, Banten- Mengantisipasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kementerian Pertanian RI melakukan pengawasan di setiap pintu pelabuhan di Indonesia terutama di Pulau Jawa. Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian bersama Mabes Polri yang melakukan pengawasan di setiap pintu pelabuhan. Seperti yang berlangsung Sabtu 21 Mei 2022 di Pelabuhan Merak Cilegon Provinsi Banten.   Selain melibatkan kepolisian, pihak Kementan juga melibatka dokter hewan. 

"Ini merupakan langkah penanganan darurat untuk mencegah penyebaran virus KPK"  kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, yang akrab disapa Komandan.   Saat berkunjung ke pelabuhan Merak, SYL mengatakan bahwa pemeriksaan yang dilakukan di Pelabuhan Merak akan berlangsung secara maksimal serta dibantu oleh dokter hewan sehingga tidak  boleh ada hewan yang terkontaminasi virus PMK.  Kalaupun ada hewan yang bermasalah lanjut SYL, kementerian pertanian telah menyiapkan tempat instalasi karantina hewan.  

Pada kesempatan itu pula, SYL meyakinkan seluruh pihak bahwa sejumlah hewan yang terkena wabah PMK kini cenderung telah sembuh. "Kesembuhannya telah maksimal, bahkan akhri akhir ini kita tidak mendengar adanya kematian lagi" imbuhnya. 

Sebelumnya pertamakali  ditemukan kasus wabah PMK pada hewan  di Jawa Timur. Selain di Jawa Timur  wabah PMK sudah ditemukan juga di sejumlah daerah di Tanah Air. Kasus pekan lalu ditemukan di Jawa Barat yakni di  Garut terdiri dari 25 ekor sapi potong, 3 ekor sapi perah, dan 3 ekor domba. Sedangkan di Tasikmalaya, 18 ekor sapi dinyatakan positif PMK, dan di Kota Banjar 11 ekor sapi. Padahal, sebelumnya Indonesia sudah dinyatakan bebas PMK pada 1986 dan mendapatkan pengakuan internasional pada 1990.



Share




© 2021 PT Indonesia Konten Kata