Gresik Menuju Kawasan Wisata Religi

31 Mar 2021 - 07:26 Wita | Editor: AS

Share

Sumber foto : Kemenperakraf RI

Ikonkata, Gresik- Kabupaten Gresik Jawa Timur merupakan daerah yang memiliki sektor pariwisata dalam bidang religi. Salah satu lokasi wisata yang kerap dikunjungi pengunjung adalah makam para wali. Untuk itulah Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mendorong pemerintah daerah serta masyarakat di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, untuk menggali potensi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif unggulan daerah.

Menparekraf Sandiaga menjelaskan, Gresik merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang terkenal sebagai kota religius dan dijuluki sebagai ‘Kota Wali’ karena terdapat dua makam tokoh Wali Songo dan makam wali-wali penyebar ajaran agama Islam lainnya. “Dalam kaitannya dengan pariwisata, Kabupaten Gresik harus bisa menggali dan memanfaatkan potensi atau karakter daerahnya sehingga bisa mengembangkan segmen wisata yang sesuai dengan kearifan lokal,” ujarnya.

Seperti diketahui, sebaran pelaku usaha pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Timur mencapai sebanyak 4.428 pelaku usaha, dan didominasi oleh 35,8 persen di antaranya yang bergerak pada usaha kuliner.

“Hal itu, perlu kita tingkatkan kedepan baik dari sisi kualitas dan kuantitasnya. Kita juga mendorong creative city network di Gresik. Kemudian untuk wisata religi, Gresik memiliki dua makam wali, yaitu makam Sunan Giri dan Makam Maulana Malik Ibrahim dan keduanya saya sudah pernah kunjungi,” ujarnya.

Menparekraf mendorong pengembangan desa wisata, yang merupakan bagian dari pilar terpenting dari pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif ke depan. Karena, pihaknya tidak ingin pariwisata ini menjadi eksklusif, melainkan inklusif.

“Desa wisata ke depan akan menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi, desa-desa wisata sebagai salah satu kekuatan pariwisata nasional sehingga dapat membuka lapangan kerja dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Salah satunya melalui penguatan atraksi berbasis narasi (storynomic tourism) sehingga dapat menimbulkan daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung,” ujarnya.



Share




© 2021 PT Indonesia Konten Kata