Laju Tak Terkalahkan, Pengamat Nilai Ada Upaya Mengerem PSM

04 Sep 2022 - 10:57 Wita | Editor: AS

Share

Bung Ropan menganalisa hasil laga Persik Vs PSM. Foto : Tangkapan layar video channel Bung Ropan (Indosiar/Video)

ikonkata.com,Makassar- Bayang bayang kekalahan PSM atas tuan rumah Persik Kediri nyaris saja terjadi seandainya Yuran Fernandes tak sigap menghalau Renan Silva yang sudah berdiri bebas di depan penjaga gawang yang diawaki  PSM Reza Pratama.  Saat itu menjelang babak kedua berakhir Ferinando Pahabol menyodorkan bola ke Renan Silva yang sudah berdiri bebas. Pemain asing Persik Kediri tersebut sudah berhadap langsung dengan penjaga gawang PSM Reza  Pratama. Beruntunglah langkah kaki Yuran lebih dulu menghalau bola yang tengah dikuasai oleh Renan, menyebabkan bola keluar lapangan. Drama di depan gawang PSM tersebut terjadi pada last minute saat laga berlangsung di  Stadion Brawijaya Kediri, Senin 2 September 2022.  Pertandingan kedua tim papan atas dan papan bawah Liga 1 BRI tersebut berlangsung sengit sebab kedua tim sama sama mendapat kartu merah dari Zetman Pangaribuan wasit yang memimpin pertandingan Persik vs PSM. Babak pertama, PSM dihadiahi kartu merah kepada  kapten keseblasan mereka Wiljan Pluim yang sedikit mendorong Ade Eko Wijayanto menjelang babak pertama berakhir. Tetapi kartu kuning kedua  yang menyebabkan diusirnya Pluim dari lapangan menimbulkan  protes keras dari official serta para pemain PSM. Pertandingan  sempat berhenti sesaat karena baik official PSM, pelatih PSM hingga pengawas pertandingan masuk ke dalam lapangan. 

Usai mendapat kartu merah kontroversial  permainan  PSM pada babak kedua mengalami penurunan ketimbang babak pertama. Tak hadirnya Wiljan Pluim sedikit mempengaruhi para pemain PSM yang sebelumnya menguasai pertandingan pada babak pertama.  Menanggapi hal tersebut pengamat sepakbola yang juga komentator sepak bola di televisi Ronny Pangemanan yang akrab disapa Bung Ropan mengaku heran melihat laga Persik Vs PSM. Ia melihat pemberian  kartu terhadap otak serangan PSM merupakan upaya untuk mengerem laju tak terkalahkan PSM Makassar hingga pekan ke delapan Liga1 BRI. 

"Nampaknya kalau saya lihat keberadaan PSM ini seakan ingin direm, ingin dihentikan dulu. Itu bisa terjadi ketika Wiljan Pluim, kapten mereka itu diusir dengan dua kartu kuning dan ini tentunya kartu merah oleh wasit dikeluarkan pada ujung babak pertama"  ulas Bung Ropan yang mengulas pertandingan Persik vs PSM melalui channel youtube nya. 

Hasil seri tersebut menyebabkan PSM tetap berada pada peringkat ke 4 klasmen sementara Liga1 BRI pada pekan ke delapan. Banyak suporter yang menilai hasil imbang yang diraih oleh klub kesayangannya itu sama halnya jika mengalami kekalahan sebab tim yang mereka hadapi adalah tim penghuni penutup klasmen liga1 BRI. Namun demikian atas hasil imbang itu setidaknya PSM masih memegang record sebagai klub yang tak terkalahkan sepanjang Liga 1 2022/2023 berlangsung. Bahkan PSM masih menyisakan satu pertandingan lagi sebab klub yang memilih markas di Stadion Gelora BJ Habibie Parepare mendapat sisa satu pertandingan sebab mengikuti Piala AFC 2022. 

Kembali ke laga Persik VS PSM. Bung Ropan melihat dengan memberikan kartu merah kepada Pluim maka upaya untuk mengerem PSM akan terjadi namun hal tersebut kenyataannya  tak berhasil. Pasalnya meski  pemain berkebangsaan Belanda yang telah bermain untuk PSM sejak tahun 2016 itu tak bermain pada babak kedua namun keseblasan PSM tetap memberikan perlawanan impresif kepada Persik Kediri. Bahkan beberapakali Rasyid dkk mengancam gawang Persik Kediri. Terlihat pada menit ke 61, PSM nyaris menciptakan gol melalui Ramadhan Sananta tetapi tembakannya berhasil diamankan oleh Dikri Yusron. 

 "Wiljan Pluim yang dia anggap harus diberikan kartu kuning kedua sehingga dengan kartu merah PSM kehilangan seorang motor serangan, seorang pengatur ritme permainan di tengah karena ini otak serangan yang bagus. Visi bermain bola dengan seorang Wiljan Pluim itu tidak diragukan lagi, bagaimana dia berada di PSM" ulas Bung Ropan.  

"ini pasti tidak diterima oleh Wiljan Pluim karena dia merasa karena kartu kuning pertama itu tidak begitu dengan sengaja untuk menjatuhkan, bukan dengan tekkel bahkan hanya ada dorongan  terhadap Ade Eko Wijayanto sehingga jatuh dan wasit memberikan kartu kuning" tambahnya. 

Usai laga Persik vs PSM publik menyoroti kinerja korps pengadil lapangan yang dinilai kurang tegas. Bahkan komentator pertandingan menyoroti buruknya kepemimpinan wasit.  Pula pelatih PSM Bernardo Tavarez jengkel atas hasil pertandingan tim asuhannya.  "Seperti yang saya sampaikan pada konferensi pers kemarn bahwa kalau kalian dengar wasit harus memimpin laga dengan fair dan tidak membantu Persik atau PSM" tandas Tavarez.



Share




© 2021 PT Indonesia Konten Kata