Masih Sulit Mengalahkan PSM, Walau Tanpa Pluim

10 Sep 2022 - 16:25 Wita | Editor: AS

Share

Para pemain PSM merayakan kemenangan usai mengalahkan Persebaya. Foto : Liga1 BRI

ikonkata.com,Parepare- Pekan ke delapan Liga 1 BRI, PSM Makassar semakin menakutkan bagi tim lawan.  Dari 18 klub Liga 1  yang telah berlaga menyisakan  PSM Makassar yang belum pernah terkalahkan. Bahkan empat klub elit yang pernah bersua PSM di stadion Gelora BJ Habibie Parepare tiga diantaranya telah dimenangkan oleh PSM dan satu kali seri saat melayani  tantangan dari Persija Jakarta pada pekan ke tiga Liga 1 BRI 5 Agustus 2022.  Tiga klub langganan penghuni papan atas liga 1 PSSI seperti Persib Bandung dan Bali United telah dilumat oleh PSM.  Malam ini, Sabtu 10 September 2022 PSM kembali tunjukan tajinya mencukur Persebaya dengan skor telak 3-0. Dengan demikian  PSM Makassar kini semakin menakutkan.

Bermain di stadion GBJH  Parepare PSM Makassar tak diperkuat kapten kesebelasan Wiljan Pluim karena akumulasi kartu merah saat bertanding melawan Persik Kediri 2 September 2022.  Semula banyak pihak yang mengkhawatirkan PSM akan mudah kecolongan sebab absennya Pluim sehingga pelatih Persebaya Surayaba  Aji Santoso mengaku akan memanfaatkan moment tersebut untuk menjadi tim yang pertamakali menang di stadion GBH Parepare. Tetapi apa lacur PSM justru tampil spartan, rapi dan penuh defensif sehingga menyulitkan pemain Persebaya mengembankan permainan. 

Begitu wasit membunyikan pluit awal babak pertama kedua kesebelasan bermain terbuka dan saling jual serangan. Match Statistich mencatat justru Persebaya lebih menguasai permainan ketimbang PSM. Ball posision Persebaya 65 persen dibanding PSM hanya 35 persen. Namun jumlah total shots lebih dikuasai oleh PSM yakni mencapai 19 shots dibanding Persebaya hanya 6 shots. 

Dari 19 shots tersebut tiga diantaranya membuahkan hasil saat Ramadan Sananta melakukan first time pada menit ke 15 yang menerima umpan dari Yaqob Sayuri. Pemain berusia 19 tahun tersebut penuh percaya diri melesakan gol ke gawang Persebaya. Lalu pada menit akhir babak pertama giliran Yaqob Sayuri mencetak gol setelah menerima umpan dari saudara kembarnya Yance Sayuri. 


Usai turun minum pemain PSM masih gasfull melakukan serangan kepada para pemain Persebaya.  Walaupun diisi oleh para pemain muda dan pelatih PSM Bernardo Tavares memainkan pemain muda namun PSM Makassar tetap melakukan defensif ke daerah pertahanan lawan. Pada menit ke 60 saat PSM melakukan serangan ke daerah kotak pinalti, seorang pemain Persebaya kelihatan handsball menyebabkan wasit menunjuk titik putih.  Yuran Fernandes yang maju sebagai eksekutor, sukses menunaikan tugasnya. Skor PSM 3-0. 


Atas kemenangan ini PSM naik satu peringkat menempati urutan ke tiga dengan jumlah 20 poin dan baru 8 laga. Sementara Madura United berada di posisi pertama 22 poin dan Bali United pada posisi kedua dengan jumlah 21 point. Kedua tim tersebut telah sembilan kali bermain.  Di bawah PSM ada Bornoe FC dan Persija Jakarta. 

Langkah PSM yang tak terkalahkan ini mendapat decak kagum dari para suporter dari klub liga 1 BRI. "walau tanpa sang kapten. PSM tetap bermain atraktif dan efektif. Pemain mudahnya semua oke menjalankan traktir dari coach Tavarez. The Real Champions" tulis @jarnojie melalui kolom komentar Pengamat Sepakbola.  Nitizen lain menulis PSM menyisakan Madura dan Borneo. Jika kedua kesebelasan tersebut juga belum mengalahkan skuat Tavarez itu maka PSM ada King Sepak Bola Indonesia. 




Share




© 2021 PT Indonesia Konten Kata