Masika EduTalk : Ketua APTISI ingatkan Pendidikan Berbasis Tembok Akan Punah

16 Aug 2022 - 07:12 Wita | Editor: Agatasuci

Share

Foto : Humas Pemprov Sulsel

ikonkata.com, Makassar - Pendidikan merupakan salah satu instrumen penting dalam menuntun pertumbuhan kemampuan bagi generasi muda. Pendidikan menuntun dan menyatukan potensi sehingga membentuk karakter hingga menjadi modal besar dalam memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitarnya.

Namun di era disrupsi saat ini dimana terjadinya perubahan massif yang mengubah sistem dan tatanan termasuk dalam dunia pendidikan tinggi. Kemudian ditambah dengan pandemi Covid-19 mampu mengubah secara cepat semua tatanan kehidupan termasuk pendidikan itu sendiri.

Melalui hal tersebut yang Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendekiawan Muslim Sulawesi Selatan menggelar Masika EduTalk sesi 2 mengangkat tema Proyeksi Pendidikan Masa Depan ditengah Disrupsi pasca Pandemi. Kegiatan ini diikuti ratusan praktisi dan aktivis pendidikan, guru dan mahasiswa.

Masika Edutalk menghadirkan Prof. Dr. Mansyur Ramli, Ketua Umum Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi Indonesia (APPERTI), Dr. Budi Jatmiko, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesi (APTISI) dan Dekan FKIP Unismuh Makassar, Erwin Akib, Ph.D

Prof Mansyur Ramli mengawali diskusi dengan menyatakan bahwa model pendidikan saat ini haruslah fit for All, dimana dalam mengakomodir semua potensi peserta didik dan kemampuan mahasiswa yang mulai maju karena terbuka akses informasi dan teknologi maka harus dikembangkan dan mengintegrasi berbagai model pembelajaran seperti antara andagogy, heutagogi plus digitalgogi.

Dr. Budi Jatmiko menambahkan bahwa disrupsi dan pandemi mengubah segalanya. Maka kedepan kita akan memasuki era dimana gelar tidak lagi menjamin kompetensi. Konsep pendidikan tinggi masa depan berbasis tembok akan hancur. Tatap muka dengan waktu relatif singkat cukup dijadikan sebagai sarana sosial dan praktek. Semuanya akan beralih pada pembelajaran jarak jauh dengan mengandalkan kecerdasan buatan atau artificial intelelligence (AI). Kedepan pendidikan akan semakin hyper fleksibel dan hyper learning. Pendidikan manual-klasikal akan ditinggalkan dan semua ruang dan waktu akan termanfaatkan dalam mengembangkan potensi. 

Erwin Akib, Ph.D mengingatkan bahwa seorang guru dan dosen yg berdiri didepan kelas masih sangat dibutuhkan, selain sebagai suri tauladan juga menjadi pendorong nilai karakter budaya dan pendidikan terutama nilai kejujuran dan kepedulian sehingga dapat mencegah dehumanisasi hingga degradasi moral antar peserta didik. Maka peran pendidik belum tergantikan dengan teknologi. Pendidikan masa depan melalui kecerdasan buatan kita jadikan sebagai kedepan namun harus dipersiapkan mulai dari saat ini melalui kebijakan yang mampu mengakomodasi semua karakter budaya di nusantara ini sehingga kita tidak kehilangan identitas pendidikan seperti yang diingatkan Ki Hajar Dewantara pendidikan dan pengajaran senantiasa berdasarkan kebudayaan dan kemasyarakatan bangsa indonesia.

Diketahui bahwa Majelis Sinergi Kalam merupakan Badan Otonom dibawah Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia. Masika ICMI salah satu wadah dari cendekiawan muda muslim untuk saling berbagi, bersinergi dan berkontribusi untuk kemajuan ummat.



Share




© 2021 PT Indonesia Konten Kata