Menko Mahfud Jalankan Politik Naluri Kemanusiaan dalam kasus FS

19 Aug 2022 - 11:53 Wita | Editor: Agatasuci

Share

Menko Mahfud Jalankan Politik Naluri Kemanusiaan dalam kasus FS

ikonkata.com, Makassar -   Kasus Tragedi Duren 3 yang melibatkan sejumlah pimpinan Kepolisian RI masih viral di mata publik. Media media mainstreem maupun media sosial masih terus membahas kasus yang tersangkanya mantan Kadiv Propam Irjen Pol Ferdy Sambo dan tiga ajudannya.  Kasus ini  telah menyita publik. Apalagi baru baru ini, Menko Polhulkam Mahfud MD semakin membuka tabir motif dan cerita yang menyebabkan Bharada  Y tewas mengenaskan.  "Itu karangan, tapi menjijikkan, hanya orang dewasa yang bisa dengar itu. Itu karangan, tapi seakan-akan kita nonton film porno," ungkap  Mahfud melalui kanal  YouTube Akbar Faizal Uncensored  Kamis (18/8).  Bukan kali ini saja Mahfud membeberkan rangkaian peristiwa kasus FS tersebut. Sejak awal, Menteri Mahfud terus memantau atas setiap perkembangan kasus ini termasuk kerapkali menyampaikan pernyataan  ke publik baik melalui media mainstreem maupun melalui akun twitter nya.

Langkah yang Mahfud lakukan tersebut mendapat respon positif dari akademisi di Makassar. Pakar Komunikasi Politik dan Polhankam Dr. Arqam Azikin menilai Menko Mahfud telah melaksanakan "naluri kemanusiaan" sebagai menteri. Apalagi menurut Arqam hanya Mahfud satu satunya pejabat negara yang memantau dan terus mendorong agar kasus ini terungkap sejujur jujur nya seperti yang diminta berkali kali oleh Presiden Jokowi. "publik apresiasi kepada Mahfud. Ini langkah naluri kemanusiaan yang Mahfud telah jalankan di tengah kondisi yang menimpa institusi kepolisian RI demi Ketahanan Negara kita jangka panjang" ujar Arqam, alumni Komunikasi Fisipol Universitas Hasanuddin.

Sebagai mantan Presidium Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI), Arqam tak bisa membayangkan seandainya Mahfud tidak mengawal kasus ini dengan cara membuka ke publik secara transparan  maka kasus FS yang menyeret sejumlah perwira  itu akan berjalan di tempat. Atau setidaknya skenario awal  tetap berjalan tanpa ada reaksi publik. Respon publik, menjadi sebuah Gerakan Kebangsaan dalam mendorong perbaikan karakter kepemimpinan para pemimpin bangsa. 

Seperti diketahui dalam  kasus ini, kepolisian telah menetapkan Irjen Ferdy Sambo beserta Bharada E, Bripka RR, dan KM alias Kuwat Maruf sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J. 



Share




© 2021 PT Indonesia Konten Kata