Menteri PUPR Basuki ke Presiden Jokowi. Kehadiran Bendungan Telah Menopang Indeks Pertanian Di Indonesia

17 Jun 2022 - 13:35 Wita | Editor: AS

Share

Presiden Jokowi dan Menteri PUPR Basuki Hadimulyo saat meninjau bendungan di Banten. Foto : Humas Setkab

ikonkata.com, Banten-  Produk pertanian di indonesia tidak berjalan sendiri melainkan keterlibatan infrastruktur berupa bendungan yang dibangun oleh kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan. Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kehadiran bendungan di Indonesia telah meningkatkan indeks pertanaman di indonesia.  hal ini pula telah disampaikan oleh Basuki saat bersama Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meninjau Bendungan Sindangheula yang terletak di Kabupaten Serang, Banten, Jumat (17/062022). Dalam peninjauannya, Presiden berdiskusi bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, mengenai manfaat dari kehadiran bendungan di Indonesia.

Menteri PUPR menjelaskan bahwa kehadiran bendungan di seluruh tanah air telah meningkatkan indeks pertanaman, dengan rata-rata nasional menurut Badan Pusat Statistik (BPS), berada di angka 147 persen. Nilai indeks tersebut diharapkan dapat terus naik apabila sejumlah proyek pembangunan bendungan telah selesai.

“(Kehadiran bendungan) meningkatkan indeks pertanaman yang sekarang ini rata-rata nasional BPS, Pak, 147 persen, dengan 231 bendungan. Jadi dengan tambahan 61 bendungan bisa kita menjadi 200 persen,” ujar Basuki.

Selain itu, tambah Basuki, kehadiran bendungan juga berpengaruh terhadap hasil produksi pangan tanah air. Menteri PUPR menyebutkan, dengan indeks pertanaman 147 persen, hasil produksi beras secara nasional mencapai 31 juta ton, melebihi kebutuhan konsumsi nasional.

“Padahal konsumsinya 28 juta ton. Jadi make sense Pak, kenapa tiga tahun kita enggak impor (beras),” tambahnya.

Basuki berharap kehadiran sejumlah bendungan yang masih dalam proyek pembangunan dapat meningkatkan indeks pertanaman, sehingga produksi beras nasional dapat mencapai 40 juta ton pada tahun 2045. “Jadi nanti 2045 kalau bisa sampai 200 (persen), itu bisa produksi 40 juta ton. Surplusnya bisa sampai 10 juta (ton),” katanya.

Untuk diketahui, Bendungan Sindangheula telah diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 4 Maret 2021 lalu. Bendungan tersebut dibangun dengan anggaran mencapai Rp451 miliar dan memiliki kapasitas tampung sebesar 9,30 juta meter kubik.



Share




© 2021 PT Indonesia Konten Kata