Pertama Di Sulsel, "tower karst" Maros-Pangkep Diakui Sebagai Kawasan Geopark Dunia

04 Sep 2022 - 13:44 Wita | Editor: AS

Share

Kawasan Karst Maros yang baru saja diterima sebagai kawasan Geopark Dunia. Foto : Foto, Tangkapan layar video Kemenparekraf melalui IG Chadiri Syam.

ikonkata.com,Maros- Upaya pembuktian kawasan karst "Tower Karst"  yang berdiri kokoh di semanjung Maros-Pangkep akhirnya diakui dunia. Walau sebelumnya kawasan yang dipenuhi cagar alam, peradaban kehidupan serta spesies langka telah mendapat kunjungan wisatawan asing, nusantara serta terbitnya di beberapa media internasional namun pengakuan pengakuan itu belumlah sah sebagai bagian dari kehidupan wisata dunia.  

"Syukur Alhamdulillah apa yang kita cita citakan baik pemerintah maupun masyarakat Maros dan Pangkep selama ini akhirnya terwujud. Ini berkat kerja keras seluruh pihak" kata General Manager Badan Pengelola Geopark Maros Pangkep Dedy Irfan yang mengikuti rapat UNESCO di Thailand, Minggu 4 September 2022.  Dalam rapat t yang dihelat oleh  Dewan Counchil UNESCO Global Geopark memutuskan menerima aplikasi pengajuan Geopark Maros-Pangkep sebagai UNESCO Global Geopark. Meski kata dia secara resmi belum diumumkan oleh UNESCO namun hasilnya telah diterima melalui rapat. 

"Alhamdulillah kami mendapat informasi dari Thailand. Sebuah kebahagiaan tersendiri sebab kawasan Geopark Maros-Pangkep ini akhirnya ditetapkan sebagai kawasan dunia. Ini artinya perjuangan masyarakat dan seluruh stakeholders yang selama ini menjaga, merawat dan melestarikan kawasan Geopark tersebut mendapat apresiasi dunia" tandas Bupati Maros, H.A.S Chadir Syam. Walau demikian lanjut Ketua PMI Maros itu, tantangan  ke depan setelah "tower karst" dicap sebagai kawasan dunia justru akan semakin berat guna mempertahankan predikat sebagai kawasan dunia. 

Sekilas tentang Kawasan Karts Maros-Pangkep. 

Lokasi kawasan karst ini terbentang di daerah  yang secara administratif berada di Maros dan Pangkep Sulawesi Selatan. Jika menggunakan kendaran darat, maka kita dapat melihat bukit bukit batu sepanjang perjalanan melewati kota Maros menuju Pangkep.  Catatan Wikipedia.com menulis kawasan ini merupakan sebuah rangkaian pegunungan atau perbukitan kars  yang letaknya di utara Maros dan selatan Pangkep. Titik tertinggi Kawasan Karst Maros-Pangkep berada di puncak Gunung Bulusaraung yang berada di ketinggian 1.353 mdpl seluas ± 46.200 ha atau 462 km²  Dengan luas tersebut, Kawasan Karst Maros-Pangkep menjadi kawasan karst terluas di Indonesia dan terluas kedua di dunia setelah karst yang ada di Guangzhou, Cina.  Keunikan kawasan karst Maros Pangkep yang tidak terdapat pada kawasan-kawasan karst lainnya di Indonesia karena mempunyai bentang alam yang unik dan khas yang biasa disebut menara karst (tower karst). Di kawasan itu, bukit-bukit kapur menjulang tinggi dengan tebing yang menantang. Bahkan bersama kawasankarst di Pegunungan Sewu, kawasan karst

Karst yang di dalamnya mengalir sungai-sungai bawah tanah sepanjang puluhan kilometer ini menjadi tempat bergantung bagi banyak orang. Di kaki-kaki tebing, banyak muncul mata air yang digunakan sebagi sumber air bersih, air yang tidak pernah kering meskipun kemarau datang.

Sementara itu dalam laporannya National Geografhic Indonesia yang melakukan liputan reportase melihat 

Karst Maros  Pangkep tidak hanya menghadirkan pemandangan alam atau bentangan alam melalui gua gua, gunung batu, serta sungai sungainya namun terdapat hewan hewan spesies langka bahkan tak ada di negara lain namun terdapat di kawasan karst Maros-Pangkep.  Contoh spesies yang ditemukan yakni kumbang air khas gua, Speonoterus bedosae yang hanya ditemukan di satu gua kecil di Mallawa. Kepiting gua Karstarm yang  microphthalmus hingga saat ini hanya ditemukan di Gua Marapettang, tidak ada di gua lainnya. Beberapa udang gua, Marosina brevirostris dan Marosina longirostris juga ditemukan di gua-gua yang sangat terbatas.

Menulis tentang Tower Kars Maros-Pangkep tak akan selesai jika pembaca tak menyempatkan hadir di lokasi tersebut. Selain terdapat kawasan wisata sungai Pute yang menyerupai sungai di Thailand dan Vietnam juga terdapat Taman Kupu Kupu di Bantimurung, Kera  Macaca Maura, Gua Leang Leang. Bertahun tahun arkeolog dunia melakukan penelitian di kawasan tersebut dan menemukan artefak batu, mata panah, sisa makanan hingga gerabah.  Terdapat juga lukisan figuratif hewan Babi Kutil di gua Kampung Biku menunjukan usia 45.500 tahun yang lalu yang menjadi bukti peradaban manusia purba tertua di dunia.  Bahkan data dari BPCB Sulawesi Selatan telah menemukan 40 situs prasejarah d kawasan Rammang Rammang. 

Ditetapkan sebagai kawasan Geopark 

Penjelasan UNESCO, konsep Geopark: “Geopark adalah sebuah kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi terkemuka (outstanding) – termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya – di mana masyarakat setempat diajak berperan-serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam.” (UNESCO, 2004). Pengertian Geopark bedasarkan yang dijelaskan di dalam Guideline and Criteria Geopark GGN UNESCO dapat dipahami melalui beberapa aspek seperti:

1. Sebagai suatu kawasan 

2. Sebagai sarana pengenalan warisan Bumi 

3. Sebagai kawasan lindung warisan Bumi 

4. Sebagai tempat pengembangan geowisata 

5. Sebagai sarana kerjasama yang efektif dan efisien dengan masyarakat lokal 

6. Sebagai tempat implementasi aneka ilmu pengetahuan dan teknologi 



Share




© 2021 PT Indonesia Konten Kata