Presiden AFC Shaikh Salman Terkejut Atas Tragedi Kanjuruhann

02 Oct 2022 - 07:24 Wita | Editor: AS

Share

Logo AFC. Sumber : twitter AFC

Ikonkata. Com-Kuala Lumpur: Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Shaikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa mengungkapkan keterkejutan dan kesedihan yang mendalam atas hilangnya nyawa secara tragis dalam pertandingan Liga Premier Indonesia (Liga 1) antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan di kota Malang, Indonesia, pada hari Sabtu 1 September 2022.  

“Saya sangat terkejut dan sedih mendengar berita tragis seperti itu keluar dari Indonesia yang mencintai sepak bola dan, atas nama AFC dan keluarga sepak bola Asia, saya menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga dan teman-teman para korban, sambil menyampaikan ucapan duka cita kami yang cepat. Salam pemulihan untuk para pendukung yang terluka dalam insiden itu dan dukungan untuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan klub-klub,” kata Syaikh Salman melalui rilis akun twitter AFC. 

"Pikiran dan doa keluarga sepak bola Asia bersama keluarga sepak bola Indonesia selama momen yang sangat sulit ini" ujarnya. 


Sementara itu Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) berharap agar FIFA DAN AFC tidak buru buru mengambil keputusan atas tragedi yang menewaskan 179 suporter di Malang.

"Kami tahu bahwa FIFA, AFC, tidak membuat keputusan buru-buru. FIFA bisa saja berkunjung ke Indonesia untuk melihat dan mendengar secara jelas tragedi Kanjuruhan," ungkap Yunus Yusi, Sekretaris PSSI  saat konferensi pers, Minggu 2 Oktober 2022.   Yunus juga mengakui bahwa pihak FIFA dan AFC telah menghubunginya dan akan PSSI akan memberikan informasi up date kepada FIFA dan AFC agar informasi tidak menjalar  ke mana mana.

Sementara itu Presiden Jokowi telah meminta kepada PSSI untuk menghentikan sementara liga 1 sampai dilakukan evaluasi, perbaikan prosedur keamanan dalam dunia sepak bola di Indonesia. Presiden Jokowi juga telah menyampaikan duka yang mendalam atas tragedi sepak bola Indonesia yang terjadi di Malang. 

Meresfon intruksi presiden, PSSI menegaskan bahwa Liga 1 untuk sementara dihentikan selama sepekan. Termasuk menghukum Arema tidak bisa menjadi tuan rumah pada sisa laga Liga-1. 

"PSSI menyesalkan tindakan suporter Aremania di Stadion Kanjuruhan. Kami berduka cita dan meminta maaf kepada keluarga korban serta semua pihak atas insiden tersebut. Untuk itu PSSI langsung membentuk tim investigasi dan segera berangkat ke Malang," kata Moch Iriawan, Ketua Umum PSSI. 

Seperti diketahui Kerusuhan terjadi usai laga Persebaya vs  Arema FC, Sabtu malam 1 Oktober 2022. Saat timnya kalah dari Persebaya 2-3 ribuan suporter masuk ke tengah lapangan memprotes atas kekalahan tersebut. Menghadapi insiden itu polisi menembakkan gas air mata baik terhadap suporter yang masuk ke lapangan maupun ke penonton di area tribun. Melihat situasi yang menyebabkan mata perih dan sesak nafas  banyak penonton memilih berlarian untuk menyelamatkan diri dari asap yang telah mengepung mereka. 

Mereka berdesak desakan lari ke pintu keluar menyebabkan banyak diantara mereka yang jatuh lalu terinjak. Sampai saat ini 130 supoter dilaporkan tewas. 

Protes atas tembakan gas air mata untuk menghalau suporter mendapat kecaman dari publik sebab FIFA secara tegas melarang penggunaan gas air mata di dalam stadion.

"Untuk melindungi para pemain dan pejabat serta menjaga ketertiban umum, itu mungkin diperlukan untuk mengerahkan pramugara dan/atau polisi di sekeliling lapangan permainan. Saat melakukannya, pedoman berikut harus dipertimbangkan: (b) Dilarang membawa atau menggunakan senjata api atau 'gas pengendali massa',"demikian bunyi aturannya.




Share




© 2021 PT Indonesia Konten Kata