PSM Vs Sulut United Usai. Fans Harap, Ingin Ulangi Sengitnya Persma Vs PSM

07 Jun 2022 - 00:34 Wita | Editor: AS

Share

PSM vs Sulut United saat laga persahabatan yang berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie Parepare. Foto : Screenshoot Twitter PSM

ikonkata.com, Makassar - Laga persahabatan antara PSM Makassar melawan Sulut United  yang berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie (GBH) Parepare, Senin 6 Juni 2022 telah usai. Laga persahabatan yang disaksikan oleh belasan ribu fans PSM dimenangkan oleh PSM Makassar dengan skor tipis 1-0. Gol PSM lahir melalui Bryan Caesar pada menit ke 58. 

Usai laga berlangsung komentar dari suporter dua keseblasan bergema melalui media sosial. Pada umumnya fans kedua keseblasan berharap agar tim berjuluk  Hiu Utara itu segera naik kasta dari Liga 2 ke kasta tertinggi PSSI Liga 1 agar tercipta Derby Sulawesi. "sampai ketemu lagi PSM Makassar vs Sulut United tahun depan di Liga 1" cuit Kamil Syamsil, saat membalas komentar nititizen PSM usai laga yang disiarkan langsung melalui Celebes TV Makassar. Kedua fans nampak saling bersahut sahutan dan berharap agar Sulut segera naik kasta ke Liga 1. "semoga bisa jadi derby Sulawesi di Liga 1" harap Kenie Chistofel Oroh. 

Fans sepak bola di Manado juga tak kalah fanatiknya dengan fans sepak bola di Makassar. Pada era Liga Indonesia tahun 1995 hingga 2000, Persma Manado menjadi lawan tanding yang kuat bagi PSM Makassar. Di stadion Klabat Manado kerap tampil tim tim besar seperti Pelita Jaya, Mitra Surabaya, Gelowa Dewata Bali dan PSM Makassar.  Sejumlah pemain asing juga pernah merumput di stadion itu seperti Rodrigo Araya, Juan Rubio dan Nelson Sanches asal Chile. Kala itu Persma Manado dilatih oleh Manuel Vega. Pada tahun 1996/1997 Persma kembali kedatangan pemain asing yang kemudian cukup dikenal oleh fans sepak bola tanah air yakni Onana Jules Denis, Ebongue Ernest dan Jean Pierra Fiala. Ketiga pemain tersebut merupakan jebolan Piala Dunia asal Kamerun. 

Pada tahun 1997/1998 merupakan  musim persaingan sengit antara PSM Makassar dengan Persma Manado. Klub berjuluk Si Badai Biru itu sempat menempati urutan pertama klasmen sementara wilayah timur pada awal awal liga berlangsung. Namun ada akhirnya PSM berhak menduduki puncak klasmen pada putaran terakhir sementara Persma Manado menempati urutan kedua. 

Pada saat krisis moneter melanda Indonesia, ikut pula berpengaruh kada kondisi sepak bola tanah air. Tahun 1998, krisis bagi Persma Manado mulai terasa. Klub andalan tuan rumah Manado turun kasta pada tahun 2001 sehingga menyebabkan klub tersebut terdegradasi. Salah satu penyebabnya adalah krisis financial. Sempat kembali ke divisi utama pada musim 2007-2008 tetapi hanya mampu bertahan semusim. Pasukan Badai Biru semakin lama kian meredup hingga akhirnya badai melanda di mana FIFA menjatuhkan sanksi pada tahun 2011 karena menunggak gaji pemain selama tiga musim berturut turut.  Namun pada tahun 2013, Persma Manado kembai muncul dengan memakai label Persma 1960. Namun rencana Persma 1960  untuk mengembalikan euforia sepak bola di Manado mengalami banyak hambatan. Persma 1960 mengawali jejaknya dimulai dari zona Sulawesi Utara kemudian naik dan ambil bagian di Liga 3 tahun 2020. Tetapi Covid-19 melanda Indonesia sehingga tak sempat bergulir. 

Kini sepak bola di Sulawesi Utara kembali bergairah setelah Sulut United berkiprah di Liga 2 PSSI. Hal itu terlihat melalui euforia fans Sulut United yang berharap agar tim tersebut dapat lolos ke Liga 1 PSSI. Walaupun sebenarnya, provinsi ini pernah memiliki dua klub selain Persma Manado yang cukup disegani dalam blantika sepak bola tanah air. Yakni, Persmin Minahasa dan Persibom Bolaang Mongoundow.  Bukan hanya itu, pada era Ligina klub kasta tertinggi Liga Belanda yakni PSV Eindoven pernah menjalani laga persahabatan di Stadion Klabat Manado. Tiga pemain Timnas Belanda turun main yaitu Boundewijn Zenden, Philip Cocu dan Wilfred Bouma. Termasuk turun main selama 10 menit Ronaldo Luiz Nezario de Lima yang saat itu masih berusia 18 tahun ikut sebagai rombongan PSV ke Indonesia. 

Bukan hanya publik sepak bola Manado yang berharap agar Sulut United kembali menggairahkan sepak bola di provinsi nyiur melambai itu tetapi fans sepak Indonesia juga menaruh harapan besar agar Sulut United dapat mengulangi kesuksesan Persma Manado tampa embel 1960 kembali berlaga melalui kasta tertinggi PSSI. Apalagi daerah ini sudah pernah melahirkan pemain yang memperkuat Timnas PSSI seperti Francis R. Wewengkang, Medi A Tindi, A;en Mandey, Stenly Mamuaja, Arifin Adrian, Firman Utina dan Jendry Pitoy. 



Share




© 2021 PT Indonesia Konten Kata