Tersisa Dari Final AFC Cup. 6 Pemain Asing Kalahkan Pemain Belia PSM

26 Aug 2022 - 07:01 Wita | Editor: AS

Share

Laga KL City vs PSM Makassar. Foto Liag1 BRI

ikonkata.com,Makassar - PSM Makassar nyaris saja mencitptakan brand sebagai klub sepak bola terbaik di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN seandainya klub yang bermarkas di Makassar itu berhasil mengalahkan Kuala Lumpur City FC, pada laga Final AFC Cup, antar zona Asia Tenggara.  Ketinggalan 3-0 dari KL City, PSM nyaris menyamakan pada pertengahan babak kedua melalui gol Yakob Sayuri pada menit ke-58 dan Akbar Tanjung pada menit 63. Gol gol PSM tersebut dilesakan saat PSM telah ketinggalan 0-3 dari KL City melalui kaki Romel Morales pada menit ke -52, 85 dan menit 33.  Pada saat posisi skor 2-3, asa PSM untuk comeback kembali menyala. Pluim dkk kian gencar melakukan serangan namun KL City juga tak mau kalah untuk mempertahankan kemenangan. Permainan impresif yang diperkuat oleh enam pemain asinnya tersebut kembali menuai hasil hingga babak kedua berakhir saat KL City mengunci kemenangan dengan skor 2-5  dan mengubur impian PSM sebagai klub terbaik di Asia Tenggara. Walau demikian klub yang hanya diperkuat tiga pemain asing tersebut sukses menoreh sejarah pada kancah sepak bola Asia Tenggara. Setidaknya PSM sebagai klub terbaik di tanah air. 

Tanpa diperkuat oleh dua benteng kukuh  dimana satu diantaranya adalah  Yuran Ferandes  PSM tampak rapuh pada laga final yang berlangsung di stadion Kuala Lumpur Malaysia, Rabu 24 Agustus 2022.  Pemain asing PSM tersebut diganjar kartu merah saat laga melawan Kedah  Darul  FC. Selain Yunan,  wasit juga mengganjar kartu merah kepada Agus Mannan saat laga tersebut akan berakhir. Akibatnya dua pemain poros halang PSM ini tak ikut memperkuat PSM pada laga final di  Malaysia. Praktis PSM hanya diperkuat oleh tiga pemain asing dan selebihnya adalah pemain binaan PSM yang masih berusia muda.  Pemain muda dan tiga pemain asing inilah yang menghadapi 6 pemain asing KL City serta sejumlah pemain senior.  Enam pemain asing KL City yang kerap melakukan tekanan pada PSM yakni Romel Morales yang mencetak 3 gol dan satu assist, Jordan Mintah, Paulo Josue Sturmer,  Giancarlo Gallifuoco, Ryan Lambert dan Declan Lambert.  Dari enam pemain asing itu, dua diantaranya telah resmi menjadi pemain lokasl Malaysia yakni Lambert bersaudara. Keduanya lahir di Malaysia tetapi masa remaja dan dewasa ia habiskan di Thailand, Australia kemudian hijrah ke Belanda dan membela klub kasta kedua Liga Belanda.  Sedang PSM diperkuat tiga pemain asing Everton Nascimento, Wiljan Pluim dan Kenzo Nambu. 

Walau asa tak juara namun PSM telah mencetak sejarah bagi sepak bola nasional sebab keberhasilan PSM lolos ke final AFC Cup Zina ASEAN membuat klub berjuluk Juku Eja itu menjadi tim asal Indonesia pertama yang mamu menembis final zona AFC Cup.  "Kami bermain melawan tim kuat yang bermain di kandang dan tahu cara memanpaatkan kesalahan kami" tutur Pelatih PSM Bernardo Tavares. Walaupun kata dia, timnya nyaris menyamakan kedudukan namun pemainnya kembali berbuat salah. 



Share




© 2021 PT Indonesia Konten Kata