Wabah PMK, Mentan SYL Katakan "Hewan Hewan Kini Mulai Segar"

18 May 2022 - 21:26 Wita | Editor: AS

Share

Mentan Syahrul Yasin Limpo saat menyemprot kandang sapi. Foto : Ig SYL

ikonkata.com,Jakarta- Langkah sigap yang telah digalakkan olah Kementerian Pertanian RI dalam menangani ancaman wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) perlahan tapi pasti telah membuahkan hasil.  Kementan mengumumkan bahwa kondisi hewan hewan kini mulai segar dan berangsung normal. "Begitu ada wabah PMK ini saya bersama dengan pemerintah daerah terus melakukan kordinasi untuk mengetahui kebutuhan apa yang diperlukan agar bisa mengendalikan penyebaran wabah ini" ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Rabu (18/5/2022). 

Sebelumnya pertamakali  ditemukan kasus wabah PMK pada hewan  di Jawa Timur. Selain di Jawa Timur  wabah PMK sudah ditemukan juga di sejumlah daerah di Tanah Air. Kasus pekan lalu ditemukan di Jawa Barat yakni di  Garut terdiri dari 25 ekor sapi potong, 3 ekor sapi perah, dan 3 ekor domba. Sedangkan di Tasikmalaya, 18 ekor sapi dinyatakan positif PMK, dan di Kota Banjar 11 ekor sapi. Padahal, sebelumnya Indonesia sudah dinyatakan bebas PMK pada 1986 dan mendapatkan pengakuan internasional pada 1990.

Sejak wabah ini mulai mengancam hewan ternak di Indonesia, Menteri Pertanian telah melakukan serangkaian langkah agar kasus tersebut tidak mewabah hingga ke kandang kandang sapi milik warga secara menyeluruh.  Kementerian Pertanian telah bergerak cepat dengan mengirimkan dua gelombang logistik kesehatan, berupa vitamin, antibiotik, antiperetik, disinfektan dan APD ke beberapa wilayah yang diduga terjangkit PMK "Kami juga mengirim bantuan logistik obat obatan, vitamin dan APD ke provinsi sentra ternak yang masih bebas PMK" ungkap SYL.  Dan lanjut mantan Gubernur Sulawesi Selatan selama dua periode ini, hewan hewan kini sudah mulai segar dan kondisinya berangsur normal.  

Keberhasilan Kementan menangani wabah ini tak lepas pula dari kerjasama Pemerintah Daerah. "Dengan bergandengan tangan saya yakin wabah PMK ini bisa teratasi dengan baik dan meminimalisasi kerugian yang ditimbulkan" tutup Syahrul. 



Share




© 2021 PT Indonesia Konten Kata