Boleh Boleh Saja Menolak Perpanjangan PT Vale, Tapi Bagaimana Iklim Investasi?

2022-09-11 03:30:34 | Editor: AS

Share

Sumber foto : int

Merespon sikap tegas tiga Gubernur se Sulawesi yang menolak perpanjangan kontrak PT Vale, Menteri Energi Sumber dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menilai bahwa memang ada kesempatan bagi pemerintah daerah untuk turut mengambil saham divestasinya termasuk perusahaan dapat melibatkan pemerintah daerah dalam pengelolaan tambang. Tetapi menurutnya,akan lebih dulu akan melihat aturan-aturannya. "kan memang ada aturannya untuk bisa memberikan dalam waktu sekian harus ada divestasi daripada investor untuk bisa melibatkan kepemilikan daerah" ujar Arifin Tasrif di Gedung Kementerian ESDM. Ia juga menilai tidak masalah jika tiga Gubernur di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara untuk menolak perpanjangan Kontrak Karya pertambangan PT Vale Indonesia menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Tetapi lanjut dia jika tidak memperpanjang Kontrak Karta PT Vale Indonesia maka tentunya akan berdampak pada iklim investasi. "itu kan jelek kalau misal dilakukan, iklim investasi di kita" tandasnya. Sebelumnya dalam rapat Panitia Kerja (Panja) Komisi VI DPR, Kamis 8 September 2022 Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaikan menolak tegas perpanjangan kontrak PT Vale. "Jangankan menjadi management,Perusahaan Daerah (Perusda) wilayah Sulses juga tidak boleh melakukan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar untk aktifitas pertambangan Vale tersebut" ASS karibnya disapa Gubernur Sulsel itu, sangat menyayangkan sikap perusahaan Vale Indonesia atas daerahnya. Ia menguraikan bahwa kontribusi terhadap daerah Sulawesi Selatan dalam setahun hanya mencapai RP 200 miliar. "Tidak ada perpanjangan untuk mereka. Kalau langsung dikasih perpanjangan 35 tahun berat kami, karena ketika salah jalur saat gak punya finansial bagus untuk kelolanya 35 tahun menjadi penderitaan bagi kami. Kalau Freeport bisa dilepas (ke Pemprov/Pemda), kenapa ini tidak? kenapa tidak diserahkan ke pemerintah kami," Tegas ASS



© 2021 PT Indonesia Konten Kata