Edaran Yang Berbeda

2021-07-18 21:14:01 | Editor: AS

Share

Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, pada Jumat 16/7/202mengeluarkan Surat Edaran yang membolehkan sholat Idul Adha di Masjid dan di lapangan sebab Sulawesi Selatan belum masuk kategori PPKM Darurat atau PPKM Super Ketat. “Mengingat Sulsel tidak masuk dalam kriteria level asesmen 4 atau PPKM darurat, masyarakat bisa melaksanakan Takbir, Tahlil, Tahmid, Tasbih pada malam Idul Adha di masjid atau Mushollah pada zona yang diizinkan atau di rumah masing masing," ujarnya kepada wartawan, Jumat (16/7). Pemprov Sulsel mengizinkan pelaksanaan salat Idul Adha di masjid maupun lapangan dengan syarat membatasi jumlah jemaah dan mengedepankan protokol kesehatan. Namun, dua hari usai SE terbit dari Plt Gubernur, Walikota Makassar Ramdhan Pomanto menerbitkan SE Sholat Idha di Makassar, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan di mana cukup di rumah saja dan meniadakan Sholat Idul Adha di Masjid atau lapangan. DP justru berdalih, Makassar telah zona merah dan terdapat warga Makassar yang terjangkiti varian Delta. “Saat ini kita sudah masuk zona merah, untuk itu kita mengikuti Surat edaran No 16 kemenag ,saya pertimbangan jangan sampai ada ledakan kita yang disalahkan, makanya saya tidak mau tanda tangani Surat edaran kalau tidak ada pertimbangan dan kesepakatan dari ormas Islam," ujar DP. Harian Tribun Timur edisi Minggu melaporkan bahwa warga Makassar yang semula terjangkiti varian Delta telah dinyatakan sembuh oleh dokter di rumah sakit.



© 2021 PT Indonesia Konten Kata