Asa Petani Garam Maros Hidup Kembali Melalui Tim Garam Unhas

04 Oct 2022 - 10:03 Wita | Editor: Agatasuci

Share

Asa Petani Garam Maros Hidup Kembali Melalui Tim Garam Unhas

ikonkata.com, Makassar - Pada hari Minggu, tanggal 2 Oktober 2022 tim garam UNHAS kembali melakukan pendapingan terhadap kelompok petani garam Kimasunggu. Kunjungan yang dilakukan dipimpin langsung oleh Dr. Indah Raya selaku ketua tim bersama dosen lainnya selaku anggota tim dan beberapa orang mahasiswa. Selain meninjau langsung kondisi meja garam yang telah dibuat, tim garam UNHAS juga melakukan pengamatan terhadap garam yang dihasilkan melalui sistem Greenhouse Salt Tunnel (GTS). Selain kunjungan lapangan ke meja garam, digelar juga diskusi dan sharing pengalaman antara petani garam dan tim garam UNHAS di rumah ketua kelompok tani garam terkait permasalahan dan hambatan yang selama ini mereka hadapi di lapangan.

Pada tahun ini, kelompok petani garam Kimiasunggu di desa Nisombalia mendapatkan pembinaan dan pendampingan oleh tim Garam Unhas yang diketuai oleh Dr. Indah Raya melalui program pengabdian masyarakat Universitas Hasanuddin tahun 2022. Para petani garam sangat berharap bahwa melalui Tim Garam UNHAS, kuantitas dan kualitas garam mereka menjadi lebih baik, sehingga mereka dapat kembali berharap kepada garam untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Secara terpisah, Dr. Indah Raya mengatakan bahwa melalui program ini, kualitas dan kuantitas petani garam dapat lebih baik lagi. 

Andi Muhammad Anshar selaku dosen kimia yang juga merupakan anggota tim mengatakan bahwa selama ini petani garam di Desa Nisombalia masih menggunakan metode tradisional dalam melakukan penggaraman sehingga hasil dan kualitas garam mereka belum optimal. Dalam kegiatan ini, Anshar mengatakan bahwa selain pembuatan garam dengan metode GTS, petani garam juga di ajarkan cara menyaring air baku sebelum dimasukkan pada meja garam sehingga garam mereka menjadi lebih bersih dan kualitasnya lebih baik. Jika kualitas garam mereka lebih baik dan lebih bersih, tentu harga jual garam mereka akan lebih tinggi, lanjut ibu Balqis yang juga ikut sebagai anggota tim. 

Desa Nisombali yang terletak di Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros merupakan salah satu desa yang dahulu banyak menghasilkan garam di kabupaten Maros. Hal tersebut menyebabkan orang dari luar kabupaten maros berbondong-bondong untuk datang dan membeli garam di desa ini, kata salah satu petani yang tergabung dalam kelompok petani garam Kimasunggu yang berada didesa tersebut. Yusman selaku ketua kelompok tani Kimasunggu membenarkan hal tersebut. Yusman juga menambahkan bahwa dalam 4 tahun terakhir, produksi garam mengalami penurunan drastis akibat cuaca yang tidak menentu. Selain itu jumlah masyarakat yang bertani garam jumlahnya berkurang akibat rendahnya harga jual garam hasil produksi mereka.

Itulah alasan memilih Maros sebagai tempat pengabdian menurut Andi Muhammad Anshar dalam wawancara lewat telpon (Selasa, 4/10) adalah Desa Nisombali sebagai pusat petani garam namun hasilnya tidak memuaskan. Semoga dengan sentuhan teknologi dari Unhas yang dimanfaatkan masyarakat setempat maka produksi garam mereka semakin baik. 

Pada diskusi antara tim Garam UNHAS dan para petani garam, petani garam berharap agar kedepannya senantiasa ada pembinaan dan pendampingan dari UNHAS untuk mereka. Selain itu pihak petani garam juga berharap agar nantinya Pemda Maros melalui dinas terkait mampu memberikan bantuan kepada mereka untuk pembangunan meja garam dengan metode GST seperti yang tim garam UNHAS telah sosialisasikan dan ajarkan kepada mereka. “Pembinaan petani garam seharusnya memang dilakukan secara berkelanjutan, misalnya dilakukan dalam 2-3 tahun agar petani garam mengetahui tentang metode yang baik dalam memproduksi garam. Selain itu adanya dukungan dari berbagai pihak kepada mereka sangat diharapkan, seperti dukungan Pemerintah Daerah selaku pihak Eksekutif dan juga Dewan Perwakilan Rakyat sebagai pihak legislatif dan wakil masyarakat (petani garam) yang mampu menyuarakan keluh kesah petani garam” pungkas ibu Dr. indah diakhir acara diskusi.



Share




© 2021 PT Indonesia Konten Kata