Selle Soppeng

27 Dec 2022 - 13:56 Wita | Editor: AS

Share



Tulisan : Rusman Madjulekka 


“JADI maju Pilbup Soppeng?” tanya saya.

"Bismilah," jawabnya.

"Bukankah modal anggota dewan provinsi dua periode, jadi “karpet merah” ke Senayan?” 

"Saya pulang kampung, bung…,” tegasnya.

Itulah Ir.Selle Kuasse Dalle, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dua periode (2014-2019 dan 2019-2024). Ketua  Fraksi, Pimpinan Komisi sudah diembannya. Dari Demokrat. Rabu 28 Desember 2022, umurnya genap setengah abad. Tulisan ini sebagai hadiah ulang tahunnya.

Sebenarnya awal ceritanya, ia tidak secara eksplisit mengungkapkan niatnya itu. Tapi keadaan sesaat itu yang membuat ia “keceplosan” didesak terus wartawan. Kemudian ramai menjadi judul berita dibeberapa media online setempat. Viral.  “Saya banyak terima telpon dari kampung,” ujarnya. 

Sebagai putra asli kelahiran kabupaten Soppeng, Selle merasa terpanggil untuk memberikan kontribusi positif bagi kampung halamannya.

--------

SELLE, begitu ia akrab disapa. Dia membiarkan orang memberi tafsir namanya. Hanya saja, namanya itu tidak bisa dipisahkan dengan nama belakangnya: Dalle (yang berarti rezeki, dalam bhs.bugis). Tapi satu kesatuan,baru bermakna.   

Orangnya dikenal apa adanya. Tidak pernah menutup diri. Sikapnya terbuka.Tak ada jarak. Apalagi dengan teman-teman jurnalis yang sudah diakrabinya sejak masih aktif sebagai aktivis mahasiswa dan NGO. 

Tidak ada rombongan pengunjukrasa yang ia tolak. Tak terkecuali hari itu. Gedung wakil rakyat di Jalan Urip Sumohardjo, Makassar riuh didatangi para penyampai aspirasi. Isunya beragam. Mulai dari lokal maupun nasional. Ada yang protes upah tenaga kerja yang dinilai rendah, ada kelompok mahasiswa yang mengusung tema penolakan kenaikan BBM, UU Omnibus law dan lainnya.

Karena rombongan pengunjukrasa biasa datang jelang siang hari, maka kerap  diminta break dulu oleh Selle untuk shalat duhur dan makan siang. Belum beberapa lama, tiba-tiba kelompok pengunjukrasa dari elemen masyarakat lainnya tiba. Staf sekretariat melapor kepadanya, kalau mereka datang lebih cepat dari jadwal semula. Selle bergegas. Menemui pengunjukrasa. Belum sempat makan siang.

Selle bukan baru kali ini menerima rombongan pengunjukrasa. "Semua saya terima. Saya dengarkan aspirasi mereka. Bahkan kadang saya ajak masuk ruang sidang. Biar mereka juga tahu proses dan alur aspirasi di DPRD itu seperti apa."  

Selle paham betul suasana kebatinan mereka. Bahasa dan frekuensi intonasi ia turunkan agar selevel dengan pendemo. Intinya ciptakan suasana dialogis. Karena ia sendiri tukang demo. Di masa mudanya. Ia adalah aktivis mahasiswa sejak era akhir 1980-an hingga 1990-an. Ia pun tergabung kelompok demo pro demokrasi yang terkenal di masa reformasi 1998 yang berujung jatuhnya Presiden Seoharto dan berakhirnya Orde Baru. 

--------

Kembali ke urusan Pilkada Soppeng tahun 2024. Sejak 8 Agustus 2022, tepatnya 10 Muharram 1444 H, Selle telah mengerahkan seluruh timnya untuk memasang atribut dalam rangka pengenalan diri kepada masyarakat pada sejumlah titik di wilayah kabupaten Soppeng. Berjarak sekitar 180-an kilometer dari Kota Makassar.  Balihonya tersebar di 49 desa dan 21 kelurahan. 

Mengapa 10 Muharram? Ibu Selle yang minta mulai 10 Muharram saja. Permintaan itu sekaligus restunya. “Saya tidak tahu makna di balik itu. Tapi saya percaya, haqqul yakin, kalau dari ibu kandung pasti niatnya baik. Dan kalau Ibu mendoakan anaknya itu lebih makbul. Sehingga penghargaan saya kepada Ibu saya meminta untuk dimulai, kami ikuti. Apalagi bulan Muharram bagi kita banyak keistimewaan,” kata Selle.

Tak hanya atribut, bahkan insinyur jebolan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar ini juga sudah sowan ke beberapa tokoh masyarakat, keluarga serta jejaring yang telah terbentuk di Soppeng.

Saat ini kabupaten Soppeng dipimpin Bupati Andi Kaswadi Razak dan Wakilnya Lutfi Halide. Andi Kaswadi, yang juga Ketua Golkar Soppeng, telah menggenapkan dua periode masa kepemimpinannya. Karena itu, Selle tidak lupa menyampaikan apresiasi atas sekian banyak pencapaian kesuksesan yang telah ditorehkan Andi Kaswadi Razak di Soppeng.

"Saya mengapresiasi pemerintah sekarang atas pembangunannya. Tentunya, pembangunan ini tidak akan berhenti, tetap kita akan lanjutkan. Saya rasa Soppeng memiliki banyak potensi untuk terus dimajukan dan dikembangkan," jelasnya.  

Selle menganalogikan Pilkada 2024 seperti Hari Raya Idul Fitri. Kira-kira seperti itu juga Pilbup Soppeng. Untuk menjadi pemenang, banyak hal yang harus dipersiapkan. Seperti puasa, tadarrus, tarwih, dan sebagainya. “Kami sudah berikhtiar, Bismillah!” *** (Rusman Madjulekka)



Share




© 2021 PT Indonesia Konten Kata