Amnesty Desak Indonesia, Adili Petugas Yang Menyebabkan Tewasnya Ratusan Penonton Di Kanjuruhan

2022-10-04 06:59:54 | Editor: AS

Share

Sumber foto : @Amnesty

IKONKATA - Amnesty Internasional mendesak pemerintah Indonesia mengadili petugas karena menembakkan gas air mata secara berturut turut kepada kerumunan pada saat usai pertandingan Liga-1 antara Arema FC versus Persebaya Surabaya. Amnesty menyebut, penggunaan gas air mata itu menewaskan 125 orang termasuk 17 anak anak. "Amnesty meminta Indonesia mengadili petugas karena menyebab kan salah satu bencana paling mematikan di dunia untuk sebuah acara event sepak bola" tulis Amnesty melalui akun twitter @Amnesty. Aksi unjuk rasa suporter Indonesia berlangsung di seluruh kota yang memiliki suporter sepak bola. Mereka mengecam aparat yang melakukan kekerasan berlebihan usai laga Arema versus Persebaya yang mengenakan kematian terhadap suporter. Dari 125 yang meninggal dua diantaranya anggota polisi dan balita yang berusia tiga tahun. Pemerintah Indonesia telah membentuk tim khusus yang diketuai oleh Menkopolhulkam Mahfud MD dan sejumlah nama yang memiliki keterkaitan dengan dunia sepak bola. Pada kesempatan tersebut Kapolri Jendral Listyo Prabowo m sudah memproses 18 anggota polisi dan membebaskan tugaskan Ajun Komisaris Besar Ferli Hidayat Sebagai Kapolres Malang. Selain Kombes Ferli, Polri juga memecat sejumlah petugas lainnya. "Danyon atas nama AKBP Agus Waluyo. Kemudian Danki AKP Khas Darman, Danton Aiptu Solihin, Aiptu M Syamsul, Aiptu Ari Dwiyanto, Danki atas nama AKP Untung, kemudian Danton atas nama AKP Danang, kemudian Danton AKP Nanang, kemudian Danton Aiptu Budi," kata Kadivhumas Polri Irjen Dedi Prasetyo.



© 2021 PT Indonesia Konten Kata